Boleh Bunuh Tikus Nggak?

Mendadak di rumah banyak tikus. Binatang pengerat itu berlari ke sana ke mari di dalam rumah. Mereka naik ke atas rak piring, meja makan, bahkan masuk ke lemari pakaian Michelle dan Theo.

Sekali waktu, Michelle dan Theo menemukan seekor tikus terjebak di dalam lemari pakaian mereka. Theo langsung menelepon.

“Papa…papa… di lemari Adik dan Kakak ada tikus. Theo boleh pukul nggak?”

“Boleh… soalnya dia kan bisa gigit baju adik sampai sobek”

“Tapi kalo dipukul dia bisa mati lho… gimana kalo dia mati?”

“Kalo mati ya dibuang aja ke tempat sampah”

“Tapi kalo dipukul dia bisa mati Pa… itu kan namanya membunuh. Masak Theo boleh membunuh?”(*)

Asma Michelle Kambuh Lagi

Michelle&Theo Naik sepeda

Michelle&Theo Naik sepeda

Satu minggu Michelle nggak bisa ke sekolah. Ini gara-gara sakit asma yang Michelle derita sejak umur dua tahun. Susahnya, kalo Michelle nggak sekolah, terpaksa adik Theo juga tidak bisa ke sekolah.

Karena Michelle dan adik Theo tiap hari ditungguin Te’o (tante) Lin. Michelle masuk pagi, berangkat sama Mama. Adik Theo berangkat siang, sama Te’o Lin. Tiap hari Michelle tunggu sampai adik Theo selesai belajar baru pulang sama-sama. Jadi kalau Michelle sakit dan harus istirahat di rumah, terpaksa adik Theo jadi “korban”.

Papa-Mama sudah kasih segala macam obat, tapi asma Michelle belum sembuh juga. Sudah datang ke dokter berkali-kali. Bahkan sudah pernah dirontgen dan disuruh hirup oksigen murni. Juga sudah pake obat tradisional, tapi belum sembuh juga. Waktu pake obat tradisional yang Papa kirim dari Manado, asma Michelle hilang mendadak. Tapi pas musim hujan, asmanya kambuh lagi.

Kawan-kawan, doakan Michelle yah… supaya bisa lekas sembuh. Soalnya asma ini bikin Michelle jadi sering nggak masuk sekolah. Kalo sering nggak masuk sekolah, nanti Michelle jadi anak bodoh lo… Padahal, kata Papa, anak bodoh kalo sudah besar bisa jadi manusia nggak berguna. Michelle kan mau jadi anak yang berguna.

 

Michelle Hanya Minta Buku

Papa, terima kasih ya Papa, buku-bukunya… Michelle sayang Papa… Papa telepon Michelle lah, Michelle mau

Michelle Ngetik di komputer waktu umur 1 tahun

Michelle Ngetik di komputer waktu umur 1 tahun lebih.

menyanyi untuk Papa.

Itu ungkapan terima kasih Michelle untuk Papanya melalui sms, karena sudah membelikan banyak buku untuknya dari Toko Buku Gramedia Manado. Michelle hanya minta dibelikan buku yang banyak sebagai oleh-oleh dari Mama dan Papa, waktu Mama ke Manado.  Kalo Theo minta dibelikan pistol.

Mama belikan Michelle satu Alkitab kecil, dua buku bahasa Inggris, Matematika, dan buku cerita.  Setiap kali ke mall di Batam, Michelle juga hanya minta dibelikan buku. Dia memang lebih tertarik pada buku.  Kalo masuk toko buku, Michelle  bisa pilih lima sampai enam buku pelajaran sekolah maupun buku cerita untuk anak.

Michelle memang kutu buku. Dia sudah mengenal semua huruf sejak umur 2 tahun. Saat itu dia selalu tertarik pada koran dan majalah. Menjelang umur 3 tahun, dia sudah bisa membaca pelan-pelan.  Saat menjelang empat tahun, Michelle sudah lancar membaca. Dan saat ini, di umur lima tahun, Michelle sudah bisa membaca layaknya orang dewasa. Buku, koran, majalah, komik, semua dia lahap dengan rakusnya.

Dia juga sudah menguasai dasar-dasar matematika, seperti penjumlahan, perkalian, dan pembagian.  Sudah mengerti sebagian besar huruf  Mandarin dan memahami percakapan dalam bahasa Mandarin. Bahasa Inggrisnya pun lumayan untuk ukuran anak usia lima tahun, meski belum bisa percakapan.  Semua jenis warna, nama-nama hewan umumnya,  sebagian besar benda-benda di sekitar dia,   sudah dia kenali dalam tiga bahasa: Indonesia, Manadarin, dan Inggris.

Ini anak menganggap belajar seperti bermain. Dia sangat menikmati  belajar, di rumah maupun di sekolah. Di sekolah, saat menunggu adiknya belajar di dalam kelas, Michelle memanfaatkan waktunya untuk membaca buku-buku cerita yang dibelikan Mamanya. Dia memang masuk pagi dan selesai belajar  pukul 11.00. Sambil menunggu di kantin sekolah, Michelle berlatih mengerjakan PR dari buku pelajaran sekolah yang difotokopi Mamanya.

Michelle waktu umur 2 tahun

Michelle waktu umur 2 tahun

Mama Michelle memang fotokopi semua buku pelajaran sekolah Michelle dan Theo, supaya boleh dicoret-coret sesuka hati mereka.  Hasilnya, PR yang seharusnya selesai dalam satu semester, Michelle sudah bereskan  dalam satu minggu!  Makanya pelajaran sekolahnya di TK besar menjadi ketinggalan.

Tahun depan Michelle masuk kelas satu SD dan Theo naik ke TK besar. Entah bagaimana di SD nanti.